Perangkat pemilihan elektronik (e – voting) Jembrana, Bali bermasalah. Uji coba perangkat tersebut di ruang sidang utama gedung DPRD Rabu (6/4) tidak berjalan lancar. Dalam simulasi, beberapa kali perangkat itu menimbulkan masalah. Misalnya, hanya dua diantara tiga calon yang bisa mengeluarkan struk sebagai bukti telah memilih.
Kebetulan, dalam simulasi kemarin, tiga calonnya adalah Azis Gagap (nomor satu), Julia Perez (nomor dua), dan Sule (nomor tiga). Saat pemilih menyentuh layar bergambar Aziz dan Sule, tidak ada masalah. Namun, saat yang disentuh gambar Julia Perez, struk sebagai bukti telah memilih tidak keluar. Berulang – ulang pemilih mencolek gambar JuPe, struk itu tidak juga keluar. Selain itu, salah seorang “pemilih”, I Made Suparsa mendapatkan struk ganda.
Masalah lain, dengan hanya waktu 25 detik untuk memilih, kemungkinan pemilih golput membesar. Sebab, ketika pemilih bingung dan tidak segera menyentuh salah satu gambar dalam waktu tersebut, perangkat itu menganggapnya abstain alias golput.
Simulasi tersebut memang bertujuan untuk menguji keandalan perangkat itu. Berdasarkan pembahasan di tingkat dewan, e – voting ini tidak segera diberlakukan.
Source : E – Voting Jembrana Bermasalah, koran Jawa Pos edisi Kamis 8 April 2010 halaman 11
Filed under: Berita - News, Indonesia - INA, Teknologi - Technology Ditandai: | abstain, Azis Gagap, Bali, E – Voting Jembrana, gambar Azis, gambar Julia Perez, gambar Jupe, gambar Sule, I Made Suparsa, Jembrana, Jembrana’s E – Voting, Julia Perez, JuPe, nomor dua, nomor satu, nomor tiga, pemilih golput, perangkat pemilihan elektronik, ruang sidang utama DPRD, struk bukti memilih, struk ganda, Sule, tiga calon









aku di nomor berapa?
Nomer 0 yu,
hahaha …..