Dibawah ini ada beberapa bagaimana etiket ber-e-mail yang baik. Semoga bermanfaat, terima kasih.
- Jangan pernah memberikan label high priority untuk e-mail bisnis
Jika e-mail dicentang sebagai high priority, pengirim bisa dinilai tidak menganggap penting informasi yang ada pada e-mail. Sebab bila sangat penting, sebaiknya menelepon, bertemu langsung, atau mengirimkan voicemail daripada mengirim e-mail.
- Jangan pernah menggunakan perintah BCC dalam e-mail bisnis
Jika membutuhkan penerima e-mail yang benar – benar membaca e-mail yang dikirim, forward e-mail tersebut dari sent items. Jangan pakai BCC, karena jika penerima e-mail tahu Anda menggunakannya, mereka bisa saja tidak percaya untuk melakukan pembicaraan e-mail dengan Anda. Sebab, pembaca e-mail BCC bisa menggunakan perintah reply to all untuk e-mail yang mereka baca.
- Buat e-mail yang mudah dibaca
Usahakan penerima e-mail tidak kesulitan menerjemahkan isi pesan yang ada. Buatlah pesan yang singkat dan padat. Ketik e-mail dan edit sampai separonya.
Beri tanda centang untuk alamat e-mail teman – teman Anda agar mereka mudah membacanya dan mereka dapat mengetahui dengan cepat bahwa e-mail itu berasal dari anda.
Jika menggunakan formatting, pilih warna hitam untuk berita normal, warna merah untuk pesan penting, dan warna hijau untuk berita baik.
Source : Etiket Mengirim E-Mail demi Kenyamanan, koran Jawa Pos edisi Rabu 21 April 2010 halaman 8
Filed under: Informasi - Information, Penting - Important, Tahukah Anda - Did You Know, Unik - Unique, Wawasan - Insight Ditandai: | alamat e-mail teman, berita baik, berita normal, e-mail bisnis, e-mail yang mudah dibaca, etiket ber-e-mail yang baik, etiket mengirim e-mail, formatting, forward e-mail, label high priority, menelepon, mengirim e-mail, mengirimkan voicemail, nertemu langsung, pembaca e-mail BCC, pembicaraan e-mail, penerima e-mail, perintah BCC, perintah reply to all, pesan penting, pesan yang singkat dan padat, sending e-mail etiquette, sent item, warna hijau, warna hitam, warna merah







